Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2021

Salah Masuk Kelas

 Tema 'KO KELUAR' Salah Masuk Kelas      Tema tulisan hari ini sangat unik dan simpel. 'Ko Keluar', awalnya saya bingung kira-kira pengalaman apa yang sesuai dengan teman itu.      Tiba-tiba saya tersenyum sendiri, mengingat pengalaman pernah salah masuk kelas saat mengajar. Pengalaman itu sebelum pandemi, yang merebut kebebasan kita bertatap muka dengan peserta didik. Saat saya duduk di meja guru, tiba-tiba salah satu peserta didik memberitahu tidak ada pelajaran B. Indonesia.      Lantas saya tanyakan kelas apa, ternyata itu kelas 9.F bukan 9.G.  Akhirnya saya meminta maaf dan keluar dari kelas. Tetapi, ada beberapa peserta didik yang bertanya "ko keluar lagi Bu?".       Saya hanya tersenyum, karena teman mereka yang akan menjelaskannya. Saat istirahat saya bercerita pada rekan guru yang lain. Ternyata hari itu ada teman saya yang salah masuk kelas juga.      Akhirnya kami di kantor tertawa terbahak-bahak dengan kejadian pagi itu. Teman saya malah sudah mula

PUISI CINTA UNTUK TJ

# Jumat menulis  Penantian Panjang Hadirmu pengobat duka lara Pemusnah penantian panjangku Menghadirkan warna dunia Mencairkan kebekuan titian

Mengenang Saat Jadi Mahasiswa Pascasarjana

Tema ' Delapan-delapan/ 88' Mengenang Saat Jadi Mahasiswa Pascasarjana      Saat waktu yang sudah berlalu kita ingat kembali, ada perasaan rindu saat mengenangnya. Seperti yang saya alami tahun 2018 lalu. Saat jadi Mahasiswa Pascasarjana di UNINDRA PGRI.       Hanya pada hari sabtu kami mengikuti mata kuliah yang dibimbing boleh beberapa Profesor. Usia bukanlah halangan untuk menyalurkan ilmu yang bermanfaat. Karena, usia mereka hampir di atas 70 tahun. Tapi, banyak juga dosen yang masih muda.      Pengalaman yang berharga saat Profesor Apsanti yang usianya sudah 85 tahun. Tidak mau dipapah saat menaiki tangga darurat, karena lip sedang diperbaiki. Beliau mau jalan sendiri biar sehat, dan merasa masih kuat.      Beliau yang sangat awas dan teliti saat mengoreksi tugas analisis cerpen. Berkata, "kita harus menyalurkan ilmu kita terus. Dengan begitu ilmu akan terus menerangi hidup kita. Seperti saya yang belum pikun karena ilmu saya yang menjaga dan menerangi saya".