Langsung ke konten utama

Postingan

Delapan Putra Satu Putri

 Delapan Putra Satu Putri Tema menulis hari ini, 7 Januari 2021 sangat menarik dan tanda tanya. Apa maksudnya dengan tema "DELAPAN" ini? Yang jelas Pak Mo, memilih tema tersebut penuh dengan pertimbangan tentunya. Keningku sampai berkerut mengingat tema tersebut. Apa yang harus saya tulis? Apa puisi, cerpen, pentigraf, atau artikel. Tak lama saya teringat dengan tetangga yang dulu rumahnya di sebelah rumah orang tua saya. Yang memiliki 8 putra dan 1 putri. Yang paling saya ingat adalah kedelapan putra tetangga saya. Mengapa hal itu yang pertama saya ingat. Karena putra tetanggaku sebut saja Bu Enih, sangat mandiri dan mengerti akan kesulitan Ibunya. Dulu waktu saya masi duduk di sekolah dasar. Hampir setiap hari baik setelah pulang sekolah, maupun saat sore hari saya dan teman-teman mandi di sungai. Kalau keadaan sungai sedang tidak besar. Padahal di rumah saya sudah memiliki kamar mandi, walaupun harus menimba air terlebih dahulu. Zaman dulu masyarakat di kampung saya belum ...

Membiasakan Menulis Setiap Hari

Membiasakan Menulis Setiap Hari    malam ini saya mengikuti kegiatan menulis gelombang 17. hal itu saya lakukan untuk menambah pengalaman menulis saya. selain itu, saya juga dapat melengkapi resume saya yang belum lengkap tentunya. narasumber malam ini, sebetulnya sudah tidak asing untuk saya. Bapak Wijaya Kusuma, M. Pd. kami biasa menyafanya dengan Om Jay. Om Jay merupakan seorang motivator, trainer, guru blogger Indonesia, founder KSGN, founder kelas menulis PGRI, guru TIK SMP Labschool Jakarta, sekaligus penulis buku juga. saya selalu ingat slogan beliau yaitu ' Menulislah Tiap Hari dan Buktikan Apa Yang Terjadi'. Pengalaman menulis yang dijalani Om Jay, merupakan ketekunan dan niat yang kuat. Dari ketersediaannya media melalui blog  pribadinya di internet. Om Jay selalu berusaha kuat setiap hari untuk menulis di blog. hal itu merupakan komitmen yang dilakukannya. Karena menurut beliau, jika dalam satu hari tidak menulis. Seperti ada sesuatu yang kurang atau hilang. Se...

Pengalaman Seorang Taher

 Pengalaman Seorang Taher Obrolan sore ini sangat menarik, saat tak sengaja bertemu dengan orang yang memiliki segudang pengalaman sebagai pekerja lapangan. Beliau bernama lengkap Nursalim, dan biasa disapa pak Taher.  Awal obrolan kami sebetulnya sangat tidak di sengaja. Saya dan senior plus sahabat saya bu Endah.  Sedang foto-foto di atas beronjong yang luasnya kurang lebih 650 meter. Sedangkan tingginya sekitar... Pemasangan tanggul dengan beronjong ini dimulai dari tanggal 6 September, dan ditargetkan selesai besok tanggal .....Desember ini. Alhamdulilah semua itu merupakan bantuan dari Pemerintah. Yang memberikan bantuan pada pondok pesantren La Tansa. Dengan anggaran sebesar .........  Selain itu pemerintah juga memberikan bantuan rusun, sebanyak tiga lantai untuk 15 kepala rumah tangga. Alhamdulilah itu merupakan hikmah dari banjir yang menghancurkan sebagian wilayah La Tansa. Pak Taher, sebetulnya tidak sengaja menyapa saya dan sahabat saya bu Endah. Awalnya ...

Sarapan Pagi Di Ranco

 Sarapan Pagi Di Ranco      Pukul 03.00 pagi setiap hari sabtu saya berangkat ke Jakarta. Untuk melanjutkan pendidikan ke pascasarjana UNINDRA yang ada di Ranco Tanjung Barat. Saya tidak sendiri ada dua orang sahabat saya yang kebetulan sama-sama melanjutkan pendidikan juga. Hanya mata kuliah yang berbeda diantara kami. Saya sendiri mengambil mata kuliah pendidikan bahasa dan sastra indonesia. Satu temanku mengambil pendidikan bahasa inggris, dan yang satunya lagi mengambil pendidikan MIPA.      Perjalanan yang kami lalui sudah dua tahun, yaitu dari september 2018 sampai sekarang. Harusnya pada bulan september 2020 ini saya sudah wisuda. Karena sudah menyelesaikan pendidikan Pascasarjanaku. Akan tetapi karena ada virus corona, akhirnya sampai saat ini belum ada kabar yang pasti kapan saya dan teman-teman akan wisuda     Saat saya melakukan aktivitas melanjutkan pendidikan di Pascasarjana. Ada kebiasaan yang masi terkenang oleh saya. Bahk...

Melakukan Aktivitas Dengan Seimbang

 Melakukan Aktivitas Dengan Seimbang Aktifitas yang setiap hari kita lakukan merupakan kegiatan rutin yang mau tidak mau harus dikerjakan dan dicapai tentunya. Seperti pada saat kita akan mencapai target membuat tulisan. Hal itu harus dilakukan walau waktu yang kita miliki harus berebut dengan kegiatan lain yang sama pentingnya. Pekerjaan atau propesi yang di lakukan oleh setiap orang beragam. Seperti Pekerja Kantoran, TNI, Polisi, Dokter, Guru, Pilot, Penulis, Buruh, dan masi banyak lagi yang lainnya.  Sebagai seorang guru dan ibu rumah tangga, saya kadang harus membagi waktu dengan cermat. Terkadang ada beberapa pekerjaan rumah yang kadang lambat dikerjakan dan harus dibantu oleh asisten rumah tangga seperti menyetrika pakaian, membersihkan dan merapikan rumah.  Tak jarang juga ada kegiatan yang membuat saya harus pulang sebelum magrib. Karena harus melatih siswa untuk lomba, baik lomba cerpen maupun puisi. Baik tingkat kabupaten maupun tingkat nasional. Bahkan saya sen...

Menghilangkan Suntuk Dengan Berbagai Kegiatan

 Menghilangkan Suntuk Dengan Berbagai Kegiatan      Kegiatan yang sering  kita lakukan merupakan hal yang biasa dan lumrah. Seperti melakukan aktifitas kita sehari-hari membersihkan rumah, pergi ke tempat kerja, tempat belanja, atau tempat rekreasi. Saat kita libur dari pekerjaan yang merupakan rutinitas kita. Membuat kita merasa suntuk dan bosan.       Untuk menghilangkan hal itu, saya akan melakukan beberapa hal yaitu: 1. Melakukan pekerjaan rumah      Sebetulnya pekerjaan rumah sudah biasa di lakukan setiap orang terutama oleh kaum perempuan. Suka atau tidak suka, hal itu merupakan kewajiban kita agar rumah bersih, asri, dan indah. Membersihkan rumah, merapikan dan menata perabot rumah, memasak, mencuci pakaian dan perabot yang kotor, dan lain sebagainya. Merupakan hal yang menyenangkan bila di lakukan dengan iklas.      Bila rumah bersih maka rumah akan bebas dari kuman dan penyakit. Sehingga kita pun akan te...

Nafas Kasih Bunda

 Nafas Kasih Bunda      Matahari masih enggan menunjukan mukanya. Hujan masih setia membasahi bumi dari hari kemarin. Saat Ibu membangunkan aku dari tidur lelap ku.